A. ANCAMAN TERHADAP TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI
Secara garis besar, ancaman terhadap teknologi sistem informasi terbagi dua :
1. Ancaman Aktif
- Kejahatan terhadap komputer
- Kecurangan
2. Ancaman Pasif
- Kegagalan sistem
- Kesalahan manusia
- Bencana alam
B. GANGGUAN – GANGGUAN TERHADAP TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI
Gangguan-gangguan terhadap teknologi sistem informasi dapat dilakukan secara :
1. Tidak sengaja
Gangguan terhadap teknologi sistem informasi yang dilakukan secara tidak sengaja dapat terjadi karena :
a) Kesalahan teknis (technical errors)
- Kesalahan perangkat keras (hardware problems)
- Kesalahan di dalam penulisan sintak perangkat lunak (syntax errors)
- Kesalahan logika (logical errors)
b) Gangguan lingkungan (environmental hazards)
- Kegagalan arus listrik karena petir
c) Kesalahan manusia (human errors)
2. Sengaja
Kegiatan yang disengaja untuk menganggu teknologi sistem informasi termasuk dalam kategori :
a).
Computer abuse : adalah kegiatan sengaja yang merusak atau menggangu teknologi sistem informasi.
b).
Computer crime (Computer fraud) : adalah kegiatan
computer abuse yang melanggar hukum, misalnya membobol sistem komputer.
c).
Computer related crime :
adalah kegiatan menggunakan teknologi komputer untuk melakukan
kejahatan, misalnya dengan menggunakan internet untuk membeli barang
dengan menggunakan kartu kredit.
Cara Melakukan Gangguan-gangguan teknologi sistem informasi
Ada tiga cara untuk melakukan gangguan terhadap teknologi sistem informasi :
- Data Tampering
- Penyelewengan program
- Penetrasi ke teknologi sistem informasi
1. Data Tampering atau
Data Diddling
Data Tampering adalah merubah data sebelum, atau selama proses dan sesudah proses dari teknologi sistem informasi.
Data diubah sebelum diproses yaitu pada waktu data ditangkap di
dokumen dasar atau pada saat diverifikasi sebelum dimasukkan ke
teknologi sistem informasi.
Data diubah pada saat proses teknologi sistem informasi biasanya
dilakukan pada saat dimasukkan ke dalam teknologi sistem informasi.
Data diubah setelah proses teknologi sistem informasi yaitu dengan
mengganti nilai keluarannya. Data diubah dapat diganti, dihapus atau
ditambah. Kegiatan
data tampering ini biasanya banyak dilakukan oleh orang dalam perusahaan itu sendiri.
2. Penyelewengan Program (Programming Fraud)
Dengan cara ini, program komputer dimodifikasi untuk maksud kejahatan tertentu.
Teknik-teknik yang termasuk dalam kategori ini adalah :
A. Virus
Virus berupa penggalan kode yang dapat menggandakan dirinya sendiri,
dengan cara menyalin kode dan menempelkan ke berkas program yang dapat
dieksekusi. Selanjutnya, salinan virus ini akan menjadi aktif jika
program yang terinfeksi dijalankan.
Contoh virus jahat adalah CIH atau virus Chernobyl, yang melakukan penularan melalui e-mail.
B. Cacing (Worm)
Cacing adalah suatu program yang dapat menggandakan dirinya sendiri dengan cepat dan menulari komputer-komputer dalam jaringan.
Contoh
worm yang terkenal adalah yang diciptakan oleh Robert
Morris pada tahun 1988. Program yang dibuatnya dapat menyusup ke
jaringan yang menghubungkan Massachusets Institute of Technology,
perusahaan RAND, Ames Research Center-nya NASA, dan sejumlah universitas
di Amerika.
Worm ini telah menyebar ke 6000 komputer sebelum akhirnya terdeteksi.
C. Kuda Trojan (Trojan Horse)
Kuda Trojan adalah program komputer yang dirancang agar dapat digunakan untuk menyusup ke dalam sistem.
Sebagai contoh,
Trojan Horse dapat menciptakan pemakai
dengan wewenang supervisor atau superuser. Pemakai inilah yang nantinya
dipakai untuk menyusup ke sistem. Contoh
Trojan Horse yang
terkenal adalah program pada Macintosh yang bernama Sexy Ladies
HyperCard yang pada tahun 1988 membawa korban dengan janji menyajikan
gambar-gambar erotis. Sekalipun janjinya dipenuhi, program ini juga
menghapus data pada komputer-komputer yang memuatnya.
D. Round Down Technique
Teknik ini merupakan bagian program yang akan membulatkan nilai
pecahan ke dalam nilai bulat dan mengumpulkan nilai-nilai pecahan yang
dibulatkan tersebut.
Bila diterapkan di bank misalnya, pemrogram dapat membulatkan ke
bawah semua biaya bunga yang dibayarkan ke nasabah, dan memasukkan
pecahan yang dibulatkan tersebut ke rekeningnya.
E. Salami Slicing
Merupakan bagian program yang memotong sebagian kecil dari nilai
transaksi yang besar dan menggumpulkan potongan-potongan ini dalam suatu
periode tertentu.
Misalnya suatu akuntan di suatu perusahaan di California menaikkan
sedikit secara sistematik biaya-biaya produksi. Bagian-bagian yang
dinaikkan ini kemudian dikumpulkan selama periode tertentu dan diambil
oleh akuntan tersebut.
F. Trapdoor
Adalah kemungkinan tindakan yang tak terantisipasi yang tertinggal
dalam program karena ketidaksengajaan. Disebabkan sebuah program tidak
terjamin bebas dari kesalahan, kesalahan yang terjadi dapat membuat
pemakai yang tak berwenang dapat mengakses sistem dan melakukan hal-hal
yang sebenarnya tidak boleh dan tidak dapat dilakukan.
G. Super Zapping
Adalah penggunaan tidak sah dari program utiliti Superzap yang
dikembangkan oleh IBM untuk melewati beberapa pengendalian-pengendalian
sistem yang kemudian melakukan kegiatan tidak legal.
H. Bom Logika atau Bom Waktu (Logic bomb atau Time bomb)
Bom logika atau bom waktu adalah suatu program yang beraksi karena
dipicu oleh sesuatu kejadian atau setelah selang waktu berlalu.
Program ini biasanya ditulis oleh orang dalam yang akan mengancam
perusahaan atau membalas dendam kepada perusahaan karena sakit hati.
Contoh kasus bom waktu terjadi di USPA, perusahaan asuransi di Forth
Worth. Donal Burkson, seorang programmer pada perusahaan tersebut
dipecat karena sesuatu hal. Dua hari kemudian, sebuah bom waktu
mengaktifkan dirinya sendiri dan menghapus kira-kira 160.000
rekaman-rekaman penting pada komputer perusahaan tersebut.
3. Penetrasi ke teknologi sistem informasi
Yang termasuk dalam cara ini adalah :
a. Piggybacking
Piggybacking adalah menyadap jalur telekomunikasi dan ikut
masuk ke dalam sistem komputer bersama-sama dengan pemakai sistem
komputer yang resmi.
b. Masquerading atau Impersonation
Masquerading atau
Impersonation yaitu penetrasi ke
sistem komputer dengan memakai identitas dan password dari orang lain
yang sah. Identitas dan password ini biasanya diperoleh dari orang
dalam.
c. Scavenging
Scavenging yaitu penetrasi ke sistem komputer dengan memperoleh
identitas dan password dari mencari di dokumen-dokumen perusahaan.
Data identitas dan password diperoleh dari beberapa cara mulai dari
mencari dokumen di tempat sampah sampai dengan mencarinya di
memori-memori komputer.
d. Eavesdropping
Eavesdropping adalah penyadapan informasi di jalur transmisi privat.
Misalnya adalah yang dilakukan oleh Mark Koenig sebagai konsultan
dari GTE. Dia menyadap informasi penting lewat telpon dari
nsabah-nasabah Bank of America dan menggunakan informasi tersebut untuk
membuat sebanyak 5500 kartu ATM palsu.
_____________________________________________________________________________
Selain cara di atas, metode yang umum digunakan oleh orang dalam melakukan penetrasi ke teknologi sistem informasi ada 6 macam
(Bodnar dan Hopwood,1993), yaitu :
1. Pemanipulasian masukkan
Dalam banyak kecurangan terhadap komputer, pemanipulasian masukkan
merupakan metode yang paling banyak digunakan, mengingat hal ini dapat
dilakukan tanpa memerlukan ketrampilan teknis yang tinggi.
2. Penggantian program
Pemanipulasian melalui program dapat dilakukan oleh para spesialis teknologi informasi.
3. Penggantian berkas secara langsung
Pengubahan berkas secara langsung umum dilakukan oleh orang yang punya akses secara langsung terhadap basis data.
4. Pencurian data
Pencurian data seringkali dilakukan oleh “orang dalam” untuk dijual.
Salah satu kasus yang terjadi pada Encyclopedia Britanica Company.
Perusahaan ini menuduh seorang pegawainya menjual daftar nasabah ke
sebuah pengiklan
direct mail seharga $3 juta.
5. Sabotase
Sabotase dapat dilakukan dengan berbagai cara oleh Hacker atau Cracker.
Hacker : para ahli komputer yang memiliki kekhususan dala menjebol keamanan sistem komputer dengan tujuan publisitas
Cracker : penjebol sistem komputer yang bertujuan untuk melakukan pencurian atau merusak sistem.
Berbagai teknik yang digunakan untuk melakukan hacking :
Denial of Service
Teknik ini dilaksanakan dengan cara membuat permintaan yang sangat
banyak terhadap suatu situs, sehingga sistem menjadi macet dan kemudian
dengan mencari kelemahan pada sistem, si pelaku melakukan serangan
terhadap sistem.
Sniffer
Teknik ini diimplementasikan dengan membuat program yang dapat
melacak paket data seseorang ketika paket tersebut melintasi internet,
menangkap password atau menangkap isinya.
Spoofing
Melakukan pemalsuan alamat e-mail atau web dengan tujuan untuk
menjebak pemakai agar memasukkan informasi yang penting seperti password
atau nomor kartu kredit.
6. Penyalahgunaan dan pencurian sumber daya komputasi
Merupakan bentuk pemanfaatan secara ilegal terhadap sumber daya
komputasi oleh pegawai dalam rangka menjalankan bisnisnya sendiri.
Sumber :
http://mildsend.wordpress.com/2013/04/24/ancaman_gangguan_terhadap_teknologi_sistem_informasi_dan_penanggulangannya/