Laman
Selasa, 20 April 2010
Tekhnik Dasar bermain Gitar yang Baik
1. Tanyakan dalam hatimu apakah kamu memiliki rasa ingin tahu yang "dalam" dalam bermusik.
Hal ini sangat penting dan bisa dibilang sebagai penentu dalam bermain musikal / gitar anda nantinya. Banyak gitaris-gitaris ternama dunia adalahorang-orang yang mempunyai hasrat yang berlebih didalam musik, sebut seja Steve Vai, Joe Satriani, Yngwie Malmstein, Paul Gilbert dan banyak lagi.
2. Kamu harus punya gitar sendiri.
Ini merupakan hal yang harus kamu ikuti untuk menjadi seorang gitaris yang baik. Mnegapa demikian?, karena seandainya kamu baru belajar bermain gitar dari seseorang ataupun buku, namun kamu ga bisa ngulangin apa yang sudah di ajarkan teman kamu ataupun apa sudah kamu pelajari itu dirumah, maka semua yang sudah di ajarkan atau yang sudah kamu pelajari akan hilang begitu saja, kecuali kamu adalah seorang yang "jenius" gitar.
3. Cari buku yang mengulas cara bermain gitar yang mudah dan mengulas cara-cara menempatkan jari-jari yang benar pada fret gitar.
Mengapa demikian?, karena jika suatu saat kamu dengar lagu yang berkesan atau yang menarik bagi kamu namun kamu belum bisa "ngulik", maka hal itu akan menjadi kendala bagi perjalan belajar musikmu.
Oke, sebenarnya sih masih ada banyak lagi syarat-syarat dasar untuk memulai belajar bermain gitar, tapi saya rasa syarat-syarat diatas sudah cukup, so now, let's start "genjreng" your gitar..^^
Pertama yang aharu diperhatikan sebelum kamu mulai "genjreng-genjreng" gitar kamu coba dengarkan nadanya sumbang atau tidak, soalnya apabila kamu mainkan gitar kamu tersebut namun bekum di stem, maka yang kamu dapatkan hanyalah suara yang aneh dan bukan suara yang medu dan enak didengar dan bisa ditertawakan oleh orang lain apabila melihat kamu mainkan gitar tersebut.
So, kamu mau ga mau harus menyetem gitar kamu terlebih dahulu. Pertama-tama coba kamu putar keran gitar kamu pada senar ke-6(agak kencang, supaya tidak terlalu kendor). setelah itu kamu tekan senar ke-6 tersebut pada fret 6 lalu samakan nada-nya dengan senar yang ke-5 dengan memutar keran gitar hingga didapat nada yang sama. Lakukan hal yang sama sampai senar ke-4 dengan ke-3. Untuk senar ke-3 dengan ke-2 diperlukan cara yang berbeda, yakni tekan senar ke-3 pada fret ke-4 lalu samakan nada pada senar ke-2 dengan memutar keran senar 2 tersebut, lalu untuk senar ke-2 dan ke-1, lakukan cara yang sama dengan cara senar ke-6 dan ke-5.
Perilaku Konsumen dan Perilaku Produsen
Kelas : 2 KA 15
NPM : 12018181
1.PERILAKU KONSUMEN
Ada dua pendekatan dalam mengamati tingkah laku konsumen yaitu:
1.PENDEKATAN KARDINAL
a.Kepuasan konsumsi dapat diukur dengan satuan ukur, util
b.Makin banyak barang dikonsumsi makin besar kepuasan
c.Terjadi hukum The law of deminishing Marginal Utility pada tambahan kepuasan setiap satu satuan. Setiap tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap unit tambahan konsumsi semakin kecil. ( Mula – mula kepuasan akan naik sampai dengan titik tertentu atau saturation point tambahan kepuasan akan semakin turun ). Hukum ini menyebabkan terjadinya Downward sloping MU curva. Tingkat kepuasan yang semakin menurun ini dikenal dengan hukum Gossen.
d.Tambahan kepuasan untuk tambahan konsumsi 1 unit barang bisa dihargai dengan uang, sehingga makin besar kepuasan makin mahal harganya. Jika konsumen memperoleh tingkat kepuasan yang besar maka dia akan mau membayar mahal, sebaliknya jika kepuasan yang dirasakan konsumen redah maka dia hanya akan mau membayar dengan harga murah.
Pendekatan kardinal biasa disebut sebagai Daya guna marginal
Asumsi seorang konsumen
1.Konsumen harus rasional yaitu menginginkan kepuasan maksimal.
2.Konsumen punya preferensi jelas akan barang dan jasa
3.Terdapat kendala anggaran
Cara untuk maksimisasi daya guna total konsumen adalah :
MUa = MUb = MUx
Pa Pb Px
Dan menggunakan kendala anggaran
I = APa + BPb + ……+ XPx
2. PENDEKATAN ORDINAL
Mendasarkan pada asumsi bahwa kepuasan tidak bisa dikuantitatifkan dan antara satu konsumen dengan konsumen yang lain akan mempunyai tingkat kepuasan yang berbeda dalam mengkonsumsi barang dalam jumlah dan jenis yang sama. Oleh karena itu kemudian muncul pendekatan ordinary yang menunjukkan tingkat kepuasan mengkonsumsi barang dalam model kurva indifferent. Pendekatan ordinal berdasarkan pembandingan sesuatu barang dengan barang yang lain, lalu memberikan urutan dari hasil pembandingan tersebut. Contoh penggunaan metode ordinal antara lain dalam suatu lomba atau kejuaraan, pengukuran indeks prestasi dan pengukuran yang sifatnya kualitatatif misalnya bagus, sangat bagus, paling bagus.
Dalam teori perilaku konsumen dengan pendekatan ordinal asumsi dasar seorang konsumen adalah :
1.Konsumen rasional, mempunyai skala preferensi dan mampu merangking kebutuhan yang dimilikinya
2.Kepuasan konsumen dapat diurutkan, ordering
3.Konsumen lebih menyukai yang lebih banyak dibandingkan lebih sedikit, artinya semakin banyak barang yang dikonsumsi menunjukkan semakin tingginya tingkat kepuasan yang dimilikinya.
Pendekatan ordinal membutuhkan tolok ukur pembanding yang disebut dengan indeferent kurve. Kurva Indeferent adalah Kurva yang menghubungkan titik – titik kombinasi 2 macam barang yang ingin dikonsumsi oleh seorang individu pada tingkat kepuasan yang sama.
Ciri – ciri kurva Indiferent
1.Berlereng/ slope negatif. Hal ini menunjukkan apabila dia ingin mengkonsumsi barang X lebih banyak maka harus mengorbankan konsumsi terhadap barang Y
2.Cembung ke titik Origin ( Convex ) . Derajat penggantian antar barang konsumsi semakin menurun. Hal ini masih berkaitan dengan hukum Gossen, di mana apabila pada titik tertentu semakin banyak mengkonsumsi barang X akan mengakibatkan kehilangan atas barang X tidak begitu berarti dan sebaliknya atas barang Y
3.Tidak saling berpotongan. Ini berakitan dengan asumsi bahwa masing – masing kurva indiferent menunjukkan tingkat kepuasan yang sama. Dengan pengertian apabila A = B dan A = C maka otomatis C = B padahal yang terjadi tidak demikian.
4.Semakin ke kanan menunjukkan tingkat kepuasan yang semakin tinggi. Ketika kurva bergeser ke kanan akan menunjukkan kombinasi barang X dan Y yang bisa dikonsumsi oleh seseorang semakin banyak. Hal inilah yang menyebabkan semakin bertambahnya kepuasan dengan pergeseran kurva ke kanan.
3. Fungsi Belanja
Untuk memenuhi kebutuhannya, konsumen membeli barang / jasa X dan Y yang akan dikonsumsinya. Pola belanja yang kita gunakan di sini adalah menggunakan habis seluruh uangnya untuk belanja barang / jasa ( asumsi full employment dari pandangan Klasik ). Fungsi belanja bisa dituliskan sebagai berikut :
I = X Px + Y Py
Dimana I = Uang anggaran yang dimiliki konsumen
X,Y = Kuantitas barang X dan Y yang dibeli
Px,Py = Harga barang X dan Y
Secara grafis, fungsi belanja bisa digambarkan dalam Budget Line atau kendala anggaran. Budget Line adalah garis yang menghubungkan titik – titik kombinasi barang X dan Y yang mampu dibeli oleh konsumen pada tingkat pendapatan tertentu.
Karakteristik Budget Line adalah sebagai berikut :
1.Budget Line berslope negatif. Hal ini disebabkan adanya efek substitusi antara barang X dan barang Y
2.Satu Budget Line untuk satu jumlah anggaran tertentu. Semakin besar jumlah uang yang dialokasikan untuk membeli barang X dan Y ditunjukkan oleh garis yang semakin menjauhi titik 0.
3.Panjang penggal vertikal menunjukkan apabila keseluruhan dana digunakan untuk membeli barang Y, sebaliknya penggal horisontal menunjukkan apabila seluruh dana digunakan untuk membeli barang X.
kepuasan maksimum pada pendekatan ordinal
Berkaitan dengan kepuasan ( keseimbangan BL dan IC ) ini maka konsumen dihadapkan pada Efek Substitusi dan Efek Pendapatan.
Efek Substitusi adalah perubahan keseimbangan konsumsi barang X dan Y karena terdapat perubahan dalam harga salah satu barang sehingga konsumen terpaksa mengubah keseimbangannya untuk mencapai kepuasan maksimum yang baru.
2.PERILAKU PRODUSEN
1.Produsen dan Fungsi Produksi
Produksi berkaitan dengan tindakan untuk menghasilkan barang atau jasa untuk menambah mutu suatu barang. Misalnya: plastik-plastik botol yang tadinya hanya sebagai sampah dapat kita ubah menjadi kerajinan botol aqua yang unik, dari sana plastik-plastik botol aqua itu memiliki nilai tambah yang lain daripada barang asalnya. Dalam ekonomi dikenal fungsi produksi yaitu model matematis yang menunjukkan hubungan antara jumlah faktor produksi (input) yang digunakan dengan jumlah barang atau jasa (output) yang dihasilkan.
2.Produksi Optimal
Produksi optimal berkaitan dengan pengunaan faktor produksi untuk memproduksi output tertentu, posisi optimal ini dicapai pada saat produsen mengkombinasikan dua faktor produksi atau lebih dengan memberikan output yang maksimal dengan minimalisasi biaya.
3.Least Cost Combination
Least cost combination berkaitan dengan menentukan kombinasi input-input produksi, mana yang memerlukan biaya terendah dengan jumlah produksi yang telah ditentukan. Dengan hal ini pengusaha dapat menghemat biaya untuk menghasilkan produksi tertentu selama nilai input yang digantikan atau disubstitusi
masih lebih besar dari nilai input yang menggantikan atau mensubstitusikan.
Sistem Perekonomian di Indonesia
Kelas : 2 KA 15
NPM : 12108181
Sistem perekonomian merupakan sebuah sistem yang yang digunakan suatu negara untuk mengatur perekonomian dinegaranya. Sebagai contoh, di negara Amerika serikat sistem perekonomjiannya menggunakan sistem Liberal, Rusia dengan Marxismenya dan banyak lagi sistem perekonomian yang digunakan dinegara-negara dibelahan dunia. Hal ini di karenakan adanya perbedaan kultur, budaya, keadaan geografis, kekayaan alam.
Indonesian sendiri menggunakan Sistem ekonomi pancasila, yang mana landasan sistem perekonomian tersebut didasari oleh pancasila yang merupakan identitas bangsa indonesia, dimana sistem ekonomi tersebut mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1. Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dihendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
2. Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
3. Potensi, inisiatif dan Daya kerasi setiap warga negara dikembangankan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
4. Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara
5. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Dari beberapa ciri di atas, dapt disimpulkan bahwa sistem ekonomi pancasila merupakan salah satu sistem yang menurut saya sangan baik. Hal ini tidak berebihan, karena pada sistem ekonomi ini lebih mengutamakan kepentingan rakyat dibandingkan dengan sstem ekonomi Kapitalis dan Liberal yang mana setiap individu dapat memonopoli semua aspek ekomnomi dinegara itu. Lain halnya dengan sistem ekonomi Pancasila, dimana setiap usaha harus tidak boleh menganggu khalayak banyak sehingga kesenjangan sosial tidak akan terjadi.
Dalam sistem ekonomi pancasila juga disebutkan bahwa setiap warga negara dijamin haknya untuk mempunyai pekerjaan oleh negara. Maka dari itu dapat kita lihat sekarang ini banyak UKM yang di berikan bantuan modal dari negara, anak-ank terlantar pun mendapatkan tempat tinggal yang layak untuk berteduh, yang kemudian sistem ini pada masa ini disebut sebagi "sistem ekonomi rakyat".
Kesimpulannya, Sistem Ekonomi Pancasila merupakan sistem ekonomi yang paling tepat untuk digunakan di negara indonesia yang sesuai dengan kultur, budaya serata letak geografisnya.
Rabu, 24 Februari 2010
Hukum Penawaran dan Permintaan
Ini adalah lanjutan tugas mengenai definisi Ilmu ekonomi yang akan membahas tentang Hukum Penawaran dan permintaan, karena didalam ekonomi itu sendiri ada yang namanya pemintaan dan penawaran, yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (jumlah barang). Setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan, penawaran, harga dan kuantitas yang saling mempengaruhi satu sama lain.
sebelum membahas lenbih jauh tentangi hukum poenawaran dan permintaan, ada baiknya kita terlebih dahulu untuk mengetahui definisi dari Hukum penawaran dan Permintaan itu sendiri.
Pengertian atau Arti Definisi Permintaan dan Penawaran
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.
Contoh permintaan adalah di pasar tambun yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual ikan sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang alot, lama dan membosankan.
Setelah kita tau apa itu yang dimaksud dengan Hukum Penawaran dan Permintaan, sekarang kita pahami baik-baik bunyi hukum penawaran dan permintaan itu sendiri :
Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran :
"Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya."
Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal. Permintaan itu sendiri terjadi atas beberapa faktor, yakni :
1. Perilaku konsumen / selera konsumen
Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.
2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.
3. Pendapatan/penghasilan konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.
4. Perkiraan harga di masa depan
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.
5. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.
Sedangkan untuk Penawaran dapat terjadi atas beberapa faktor, yakni :
1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.
2. Tujuan Perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
3. Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.
itulah Pengertian/ Definisi, Bunyi Hukum Penawaran dan Permintaan dan Faktor-faktor yang mempengaruhi Penawaran dan Permintaan.
Semoga dengan adanya penjelasan saya kali ini, dapat memberikan sedikit informasi bagi anda yang membaca blog ini.
Terima kasih.
Definisi Ilmu Ekonomi
Kali ini kita akan membahas tentang Ilmu Ekonomi, apa itu itu ahli ekonomi, prinsip-prinsip ekonomi, motif ekonomi, tindakan ekonomi dan hal-hal yang berhubungan dengan ekonomi, manun sebelumnya, ada baiknya duku bagi kita untuk mengetahui sejarah perkembangan ilmu ekonomi itu sendiri.
Sejarah perkembangan ilmu ekonomi
Adam Smith sering disebut sebagai yang pertama mengembangkan ilmu ekonomi pada abad 18 sebagai satu cabang tersendiri dalam ilmu pengetahuan. Melalui karya besarnya Wealth of Nations, Smith mencoba mencari tahu sejarah perkembangan negara-negara di Eropa. Sebagai seorang ekonom, Smith tidak melupakan akar moralitasnya terutama yang tertuang dalam The Theory of Moral Sentiments. Perkembangan sejarah pemikiran ekonomi kemudian berlanjut dengan menghasilkan tokoh-tokoh seperti Alfred Marshall, J.M. Keynes, Karl Marx, hingga peraih hadiah Nobel bidang Ekonomi tahun 2006, Edmund Phelps.
Secara garis besar, perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa yang disebut sebagai aliran klasik. Aliran yang terutama dipelopori oleh Adam Smith ini menekankan adanya invisible hand dalam mengatur pembagian sumber daya, dan oleh karenanya peran pemerintah menjadi sangat dibatasi karena akan mengganggu proses ini. Konsep invisble hand ini kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga sebagai instrumen utamanya.
Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah terjadi Depresi Besar tahun 1930-an yang menunjukkan bahwa pasar tidak mampu bereaksi terhadap gejolak di pasar saham. Sebagai penanding aliran klasik, Keynes mengajukan teori dalam bukunya General Theory of Employment, Interest, and Money yang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan, dan karena itu intervensi pemerintah harus dilakukan agar distribusi sumber daya mencapai sasarannya. Dua aliran ini kemudian saling "bertarung" dalam dunia ilmu ekonomi dan menghasilkan banyak varian dari keduanya seperti: new classical, neo klasik, new keynesian, monetarist, dan lain sebagainya.
Namun perkembangan dalam pemikiran ini juga berkembang ke arah lain, seperti teori pertentangan kelas dari Karl Marx dan Friedrich Engels, serta aliran institusional yang pertama dikembangkan oleh Thorstein Veblen dkk dan kemudian oleh peraih nobel Douglass C. North.
Nah, setelah kita mengetahui tentang sejarah ilmu ekonomi, marilah kita untuk masuk lebih dalam lagi tentang apa itu Ekonomi dan Ilmu Ekonomi sendiri
Ekonomi
Ekonomi sendiri merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, konsumsi barang dan jasa. Istilah ekonomi sendiri berasal dari bahasa Yunanai, Oikos (Yang berarti keluarga, rumah tangga) dan Nomos (yang berarti hukum, peraturan, aturan), jadi, secara garis besar dapat diartikan sebagai "Aturan rumah tangga" atau "Manajemen rumah tangga".
lmu Ekonomi
Ilmu Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan manusia yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan
Di dalam ekonomi itu sendiri, manusia sebagai makhluk ekonomi, maka manusia itu sendiri juga melakukan tindakan ekonomi, yaitu usaha yang dilakukan manusia yang dilandasi dasar pilihan yang paling baik dan paling menguntungkan. Sebagai salah satu contoh, ibu membeli gas sebagai bahan bakar karena lebih murah dan efisien dari minyak tanah. Nah, tindakan ekonomi itu terdiri dari dua aspek yaitu :
1. Tindakan ekonomi rasional, yaitu setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan dan memang demikian.
2. Tindakan ekonomi irrasional, yaitu setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan namun kenyataanya tidak demikian.
Semua Tindakan ekonomi tersebut dilakukan atas dasar Prinsip ekonomi, yaitu pedoman untuk melakukan tindakan ekonomi yang didalamnya terkandung asas dengan pengorbanan tertentu diperoleh hasil yang maksimal.
Prinsip Ekonomi sendiri ada 10 yang bebunyi :
1. Kita Selalu Melakukan Trade Off
2. Biaya adalah Segala Sesuatu yang Anda korbankan untuk memperoleh sesuatu
3. Orang Rasional Berpikir Secara Bertahap
4. Orang Selalu bereaksi terhadap insentif
5. Perdagangan Dapat Menguntungkan Semua Pihak
6. Pasar Secara Umum Merupakan Wahana yang Baik Guna Mengkoordinasikan Kegiatan Ekonomi
7. Pemerintah Ada Kalanya Dapat Memperbaiki Hasil Kerja Mekanisme Pasar
8. Standar Hidup di suatu negara tergantung pada kemampuannya memproduksi barang dan jasa
9. Harga-harga akan meningkat apabila pemerintah mencetak uang terlalu banyak
10. Masyarakat menghadapi trade-off jangka pendek antara inflasi dan pengangguran
Namun semua prinsip ekonomi tersebut menyimpulkan satu hal yakni, melakukan pengeluaran sekecil-kecilnya untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.
Sabtu, 26 Desember 2009
Peranan Gaya Kepemimpinan dalam Organisasi
Gaya kemimpinan dalam berorganisasi mempunyai peran yang sangat menentukan dalam pencapain tujuan berorganisasi, karena dengan gaya kepemimpinan yang baik, seorang pemimpin dapat mempengaruhi bawahan agar semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas kerjanya.
Sebelum kita mengupas lebih jauh tentang pengaruh gaya kepemimpinan dalam organisasi, marilah terlebih dahulu kita mengetahui ada berapa saja jenis gaya kepemimpinan yang dipakai dalam berorganisasi.
1. Gaya kepemimpinan Otoriter(Authoritarian)
Jenis/atau gaya kepemimpinan ini adalah yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan hanya diambil dari dirinya secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya menjalankan tugas yang telah diberikan oleh si pemimpin tersebut.
2. Gaya kepemimpinan Demokratis
Jenis/atau gaya kepemimpinan ini adalah gaya kepemimpinan yang memberikan wewenang secara leuas kepada bawahan. Setiap ada permasalahan, maka si pemimpin akan mengikut sertakan bawahan untuk ambil bagian agar menjadi suatu tim yang utuh. Gaya kepemimpinan ini memberikan banyak informasi tentang tugas dan tanggung jawab kepada bawahannya.
3. Gaya kepemimpinan Bebas
Jenis kepemimpinan ini hanya terlibat dalam kuantitas yang kecil, dimana para bawahannya yang efektif dalam menentukan tujuan dan menyelesaikan masalah yang dihadapi.
Dari semua jenis tersebut, agar seorang pemimpin dapat mencapai tujuan organisasi tersebut dan dapat mengarahkan bawahan untuk dapat bekerja dan mencapai hasil sesuai dengan yang diiginkan pemimpin, maka pemimpin tersebut hendaknya harus menjadi motivasi bagi bawahannya tersebut dan juga dengan memberikan motivasi yang dapat meningkatkan kinerja mereka. Motivasi tersebut dapat berupa pujian, memberikan penghargaan, ataupun memberikan insentif kepada pekerja yang mempunyai kinerja yang baik.
Disamping memotivasi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pemimpin agar dapat menjadi pemimpin yang efektif ialah dengan memberian perhatian lebih terhadap penugasan kerja, pembagian kerja, dan hubungan kerja didalam organisasi itu sendiri.
Maka dari beberapa jenis gaya kepemimpinan yang ada, Gaya kepemimpinan Demokratislah yang paling tepat untuk dijadikan acuan dalam memimpin suatu organisasi. Alasan saya memilih gaya kepemimpinan ini dapat dijadikan acuan dalam memimpin suatu organisasi adalah karena pada gaya kepemimpinan ini dapat memotivasi para bawahan dan semua elemen yag ada didalam organisasi tersebut untuk menjadi lebih kreatif dan mendapatkan perannya didalam organisasi tersebut yang kemudian akan mengarah kepada kemajuan organisasi tersebut, dan juga dengan memakai gaya kepemimpinan tersebut, secara otomatis akan mempengaruhi, memberikan ciri dan membuat dampak yang sangat berarti bagi organisasi tersebut.
Setelah mengulas tentang peranan gaya kepemimpinan dalam organisasi diatas, kiranya tulisan saya ini dapat menambah sedikit informasi bagi pembaca.
Kamis, 19 November 2009
Pengalaman Dalam Berorganisasi
Okeh,..
Terlepas dari paksaan yang ada, awalnya saya merasa aneh dengan organisasi tersebut, karena saya tergolong orang yang sulit ber-asimilasi dengan orang lain yang baru dikenal.
Alasan lain mengapa saya tertarik untuk bergabung dengan organisasi tersebut, karena saya senang dengan semua yang berbau ilmiah, ilmu pasti dan terlebih ilmu alam.
1 bulan awal sih memang membosankan, tapi dengan seiring waktu berjalan, lama-lama rasa bosan saya terkikis dengan adanya teman-teman yang menyenangkan dan saling berbagi, apalagi sewaktu kami mengikuti acara pelantikan. Disana saya terpilih untuk menjadi ketua Geng, eh, ketua kelompok A (karena pada waktu itu ada 2 kelompok). Kegiatan kami disiang hari ialah latihan untuk menguatkan mental kami, yakni dengan tantangan mencari pendapat dari warga sekita(padahal tempatnya jauh dari kehidupan ), alhasil, saya menggenadeng "buah saya untuk untuk memcari warga yang ada untuk menyakan beberapa pertanyaan dan tanda tangan dari mereka.
Setelah 3 jam "berpetualang" di hutan yang setengah belantara (lebay mode : on^^ ), akhirnya tim saya mendapatkan pendapat dan tanda tangan yang lebih dari cukup, namun tantangan belum berakhir sampai disitu, masih ada tantangan lain yang masih menunggu. Yakni tantangan untuk meminta pendapat dan tanda tangan dari guru-guru yang ada disekolah kami. Awalnya kami berpikir bahawa ini adalah hal yang mudah, namun ternyata kami salah, guru-guru kami justru "balik" menanyai kami dan kerap bercanda dengan kami, tapi akhirnya dengan kesabaran, kami berhasil dan keluar menjadi tim terbaik yang menyelesaikan tantangan tersebut.
Malam hari, saat kami semua tengah tertidur lelap setelah seharian menghabiskan tenaga untuk tantangan siang hari, tiba-tiba kami dibangunkan oleh para senior yang mengatakan bahwa kami masih harus menyelesaikan tantangan yang terakhir, yakni pada malam hari. Dengan berat hati kami menuruti keiginan para senior kami tersebut, namun sebagai pemimpin tim, sayameyakinkan mereka untuk tetap semangat walaupun ga mudah karena letih. Saya meyakinkan meraka bahwa untuk menjadi seorang pemenang, kita harus memberikan yang terbaik yang kita punya dan akhirnya meraka terlihat kembali bersemangat.
Malam itu mungkin menjadi malam yang terberat bagi kami, karena kami belum pernah melakukan ini sebelumnya. Saat semua tim telah berkumpul, maka senior pun memberikan instruksi dan peta yang harus kami lalui.
Akhirnya setelah melalui medan dan rintangan yang berat, akhirnya kami tiba di pos yang terakhir, namun kali ini bukan ebagai yang pertama, tapi sebagai tim yang terakhir sampai ke sana, maklum tempatnya sangat jauh dan lagi ada sitengah-tengah sawah.
Sesampainya kami disana, kami tidak mendapatkan tantangan apapun, tapi kami semua hanya disuruh untuk mengumpulkan apa saja yang telah kami dapat selama satu hari ini. Aetelah mengumpulkan semua yang telah kami dapatkan, senior yanbg paling "dituakan" datang kepada kami. Alhasil, tiba-tiba kami semua menjadi gugup. Hal ini mungkin sangat beralasan, karena bukan hanya kami yang gugup, tapi para senior yang lain pun merasakan hal yang sama seperti kami.
Setelah kami semua duduk berbaris dan telah rapih, akhirnya senior itu pun angkat suara. Dia pun memulai dengan latar belakang dan sejarah mengapa organisasi itu terbentuk, namun itu bukanlah akhir dari malam itu, karena tiba-tiba dia mengatakan bahwa ingin mengetahui alasan, mengapa kami bergabung dengan organisasi tersebut.
Hal yang yang terlintaas dibenakku ialah bahwa ini hanya pertanyan biasa yang selalu ditanyakan setiap senior kepada yuniornya,, pikirku, " ah gampang banget pertanyaannya..". Namun semua itu tiba-tiba berubah 180 derajat dari perkiraan, karena senior itu tidak hanya menanyakan alasan kami masing-masing, tapi mengomentarinya juga. Alamak pikirku.
Setelah semua anggota tim saya telah ditanyai, tibalah giliran saya untuk memberikan jawaban.
" Ya, sekarang giliran kamu. Apa alasan kamu bergabung dengan kelompok ini?", tanya senior itu.
"Karena saya mau untuk mulai belajar berorganisasi dengan orang banyak kak..", jawabku.
"Ooo.. karena itu ya.., kalo cuma karena itu sih kamu mendingan ikut karang taruna diRT kamu saja!". Jawabnya.
" Kalian dengar ya, kalian disini itu karena kalian yang telah putuskan dan bukan orang lain, itu artinya kalian telah memutuskan untuk belajar menjadi orang dewasa dan bukan anak-anak lagi. Jadi, dengan kaliah telah memilih untuk belajar berorganisasi, berarti secara tidak sadar, kalian telah menjadi orang dewasa !", pungkasnya.
Setelah mendengarkan ceramah yang panjang lebar, kamipun diajari untuk belajar baris-berbaris untuk pelantikan kami besok pagi. Ini bukanlah hal yang muadh, karena tidak ada satupun dari antara kami yang pernah mengikuti kegiatan paskibra. Setelah selasai, kamipun dituntun untuk kembali ke tenda kami masing-masing untuk beristirahat karena besok pagi ada acara penting bagi kami, yakni acara pelantikan.
Tak terasa, haripun sudah pagi. Setalah kami selesai sarapan dan bersiap, kami semua yang berada dalam satu organisasi tersebut dituntun ke tempat dimana pelantikan akan dilaksanakan. Saat sampai disana, pembina, yang juga merupakan guru kami itupun datang. Ia menyampaikan pesan dan kesan selama membina organisasi tersebut. Setelah selesi menyampaikan pesan dan kesan, acara pelatikn pun dimulai.
Namun secara tiba-tiba, pembina kami itu pun memilih saya untuk menjadi ketua perwakilan dari seluruh anggota yang ada. Kaaget bercampur dengan rasa bangga, itulah yang saat itu saya rasakan, apalagi saat pembina kami tersebut menyematkan tanda bahwa kami semua telah menjadi anggota resmi dari organisasi tersebut yang diwakilkan oleh saya. Wahh... sungguh merupakan hal yang tidak mungkin saya bisa untuk lupakan.
Itu adalah kisah 'Pengalaman dalam Berogranisasi" yang pernah saya rasakan dan mungkin yang paling berkesan untuk saya. Semoga denbgan tukisan ini para pembca yang lainya bisa mengambil inti sari dari pengalaman saya tersebut.